Ulti Clocks content

Newsflash

Jangan sembarangan menggunakan sikat gigi orang lain. Seorang ibu dari Pennsylvania dituduh melakukan pelecehan terhadap anaknya. Permasalahannya adalah si ibu telah menggunakan sikat gigi anaknya untuk menyikat kamar mandi. Setelah selesai membersihkan dan kamar mandi menjadi kinclong, si ibu jorok itu mengembalikan sikat gigi itu ke tempatnya kembali. Kepolisian di Lower Saucon mengatakan, Deborah Woist (52) menggunakan sikat gigi anaknya pada tanggal 18 Juni untuk menyikat kamar mandi di rumahnya.

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini148
mod_vvisit_counterKemarin169
mod_vvisit_counterMinggu ini468
mod_vvisit_counterBulan ini1395
mod_vvisit_counterTotal185711
Demokrat: Soal Century, Sri Mulyani Paling Bertanggung Jawab PDF Cetak E-mail
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary
Selasa, 26 Januari 2010 | 10:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kerja Pansus Angket Kasus Bank Century mulai memasuki perumusan kesimpulan sementara yang dijadwalkan akan disampaikan pada 4 Februari. Perdebatan seputar siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas kucuran dana penyelamatan Rp 6,7 triliun terus mengemuka.

Anggota Pansus asal Fraksi Partai Demokrat, Achsanul Kosasih, mengatakan, Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan Sri Mulyani yang paling bertanggung jawab atas kebijakan tersebut. Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, dia mengatakan, tidak ada satu pun indikasi keterlibatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.

Pernyataan Achsanul itu juga mengacu pada wacana pemakzulan yang mungkin terjadi bila ditemukan adanya pelanggaran hukum. "Dari pemeriksaan yang sudah dilakukan, tidak satu pun ada keterlibatan Pak SBY. Tidak bisa semua masalah tanggung jawabnya diserahkan kepada Pak SBY. Untuk Century, paling tinggi tanggung jawabnya Ketua KSSK Sri Mulyani dan para anggotanya," kata Achsanul, Selasa (26/1/2010) di Gedung DPR, Jakarta.

Ia melanjutkan, pengambilan keputusan tertinggi dalam keadaan krisis termasuk analisis dampak sistemik atau tidak berada di dalam kewenangan KSSK. Bagaimana dengan pertanggungjawaban anggota KSSK sekaligus mantan Gubernur BI Boediono? Saat diajukan pertanyaan ini, Achsanul tak menjawab dengan tegas. "Sebagai Gubernur BI, beliau kan sudah kita minta keterangan," katanya singkat.

"Tapi, setelah diambil kebijakan itu, kita tidak mengalami krisis. Saya pikir sudah tepat kebijakannya," lanjut Achsanul.

Sumber: KOmpas.Com (26/1)